Category: Kesehatan Wanita

Ovulasi Adalah Lepasnya Sel Telur untuk Dibuahi Sperma

Ovulasi Adalah Lepasnya Sel Telur untuk Dibuahi Sperma

Setiap wanita perlu mengetahui apa itu ovulasi, terlebih lagi bagi mereka yang sedang mempersiapkan kehamilan. Ovulasi adalah proses pelepasan sel telur yang sudah matang dari indung telur ke rahim melalui saluran yang beranam tuba falopi. Nah, sel telur ini lah yang akan dibuahi sperma dan berkembang menjadi janin.

Nah, untuk mereka yang sedang merencanakan kehamilan, waktu yang terbaik untuk berhubungan intim adalah saat ovulasi terjadi. Pasalnya, kesempatan untuk hamil pada masa ini lebih besar dari waktu-waktu lainnya.

Ovulasi dan masa subur

Sementara ovulasi adalah pelepasan sel telur untuk dibuahi, masa subur adalah masa yang terbaik untuk merencanakan kehamilan. Keduanya pun sering disama artikan. Memang masa subur perempuan berhubungan erat dengan ovulasi. Tapi yang membedakan keduanya adalah masa subur sudah terjadi 5 hingga 7 hari sebelum ovulasi dimulai.

Sebagai contoh, jika siklus menstruasi seseorang adalah 38 hari, biasanya masa subur sudah terjadi pada hari ke 10 hingga 14. Sedangkan waktu pelepasan sel telur adalah sekitar hari ke 14 atau 15.

Memang, kesadaran perempuan terkait masa subur dan ovulasi dapat menjadi pengetahuan dasar bagi setiap perempuan, terlebih untuk mengetahui kondisi di bawah sana. Mengetahui kapan masa subur kapan ovulasi dapat memberikan kesempatan seseorang untuk hamil dengan mudah.

Proses Ovulasi

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ovulasi adalah pelepasan sel telur yang sudah matang dan dikeluarkan dari ovarium ke tuba falopi untuk dibuahi. Di dalam ovarium sediri, setidaknya terdapat 15-20 sel telur yang matang. Dan, yang paling matang akan dikeluarkan dan masuk ke dalam tuba falopi. Kemudian, tiba falopi adakan memawa telur ke rahim. 

Setelah dikeluarkan, sel telur tersebut dapat bertahan setidaknya hingga 24 jam, sedangkan sel sperma yang ada di dalam vagina dapat bertahan hingga 7 hari. Dalam proses kehamilan, sel telur dan sperma harus bertemu dalam jangka waktu tersebut. 

Bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan, dapat berhubungan badan pada saat ini atau sebelumnya. Perlu diingat bahwa masa kesuburan seorang perempuan hanya sekitar 6 hari. Serta, jadwal terjadinya ovulasi pada setiap wanita bisa berbeda-beda, tergantung dari siklus menstruasi mereka masing-masing.

Secara normal, siklus menstruasi perempuan akan terjadi sekitar 25-30 hari dengan rata-rata siklus 28 hari. Masa ovulasi kemudian akan terjadi pada pertengahan siklus menstruasi. Sehingga, jika seorang perempuan memiliki siklus menstruasi 28 hari, maka kemungkinan masa ovulasi adalah hari ke-14.

Namun, kita tahu bahwa siklus menstruasi bisa saja berubah. Terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi perubahan tersebut, bisa karena kenaikan atau penurunan berat badan, stres, kualitas tidur yang buruk, atau olahraga yang dijalani terlalu berat. 

Tanda-Tanda Ovulasi

Setiap perempuan memiliki tandanya sendiri ketika masa ovulasi akhirnya datang. Sehingga, meskipun siklus menstruasi berubah, setiap wanita dapat mengetahui masa ovulasinya dengan mempelajari tanda-tanda berikut ini.

  1. Suhu basal tubuh

Suhu basal tubuh seorang wanita akan meningkat 0,5 derajat celcius. Untuk mengukur suhu basal tubuh lebih baik dilakukan saat pagi harus sebelum bangun dari tempat tidur.

  1. Keluarnya lendir encer

Saat memasuki masa ovulasi, leher rahim akan mengeluarkan lendir atau biasa disebut dengan lendir serviks. Lendir ini bertujuan untuk memudahkan sperma masuk ke tuba falopi untuk melakukan pembuahan.

  1. Sakit pada bagian perut

Beberapa wanita mengalami rasa sakit di bagian ovarium pada masa ovulasi. Selain terasa sakit pada bagian perut, punggung juga akan terasa sedikit sakit serta vagina akan keluarkan sepercik darah merah.

  1. Gairah seks tinggi

Masa ovulasi adalah masa ketika seorang perempuan lebih bergairah. Secara alami pula dan tanpa disadari, tubuh akan mengeluarkan wangi yang berbeda untuk menarik pasangan.

Girls! Sebelum Membeli Bra Olahraga Intip 7 Tips Berikut!

Gaya hidup perempuan masa kini tidak hanya melulu soal belanja, makan dan hangout di restoran mahal. Banyak juga yang sudah menyadari betapa pentingnya mengutamakan kesehatan dan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Hal ini berkaitan dengan menjalani hidup dan investasi kesehatan untuk diri sendiri di masa depan.

Aktivitas olahraga yang sering dipilih perempuan biasanya seperti lari, fitness, yoga, zumba, pilates dan muay thai. Hadirnya berbagai macam jenis olahraga memberikan kemudahan bagi siapa saja untuk menentukan kegiatan yang sesuai dengan kondisi fisik dan kebutuhan masing-masing. Untuk menunjang olahraga ada beberapa perlengkapan yang diperlukan seperti sepatu, kaus kaki, celana, baju dan termasuk bra olahraga

Sport bra dapat menyerap keringat dengan baik sehingga sesi olahragamu jadi nyaman.

Bra olahraga menjadi semakin marak di kalangan pecinta olahraga karena fungsinya yang sangat mendukung aktivitas kebugaran. Namun, ternyata ada hal-hal yang perlu diperhatikan saat memilih bra untuk olahraga. Berikut ini 7 tips memilih sports bra sebelum membelinya. Yuk dicek!

Tips 1: Kenali ukuran tubuhmu

Meski kamu sudah memahami ukuran tubuhmu seperti pada bagian payudara, upayakan untuk selalu mengecek ukuran sebelum belanja. Hal ini sama seperti saat kamu belanja sepatu atau gaun malam. Tentunya kamu akan mengecek ukurannya terlebih dahulu, bukan? Langkah ini dilakukan agar sports bra yang kamu beli pas.

Tips 2: Hindari belanja online jika…

Hindari untuk belanja secara online jika kamu belum mempunyai toko langganan. Beberapa toko mungkin akan menyediakan ukuran sama secara tertulis. Namun belum tentu standar ukuran di setiap toko atau merek sama. Maka dari itu, sebisa mungkin jika kamu baru pertama kali akan membeli sports bra, ada baiknya untuk langsung datang ke toko.

Tips 3: Sesuaikan dengan jenis olahraga

Sebelum membeli bra olahraga pastikan kamu menyesuaikan dengan jenis olahraga yang kamu lakukan. Jika kamu melakukan olahraga seperti lari, bela diri atau olahraga yang melibatkan lompatan silakan pilih bra jenis high impact. Bra dengan high impact memiliki bahan yang lebih kuat dan lebih kencang sehingga akan menopang payudara dan menjaga posisinya tetap walaupun saat berlari. Bra dengan jenis medium impact cocok digunakan untuk bersepeda, gym atau hiking (mendaki). Sementara bra jenis low impact lebih cocok untuk pilates dan yoga.

Tips 4: Lakukan fitting jika memungkinkan

Saat membeli barang seperti pakaian olahraga upayakan kamu melakukan fitting atau mencoba terlebih dahulu. Hal ini agar kamu bisa memastikan ukuran yang kamu pilih pas. Mungkin ada beberapa toko yang tidak memperbolehkan kamu untuk melakukan fitting, oleh karena itu cari tahu dulu apakah toko tersebut memberikan akses kepada pelanggan untuk mencoba sebelum membeli.

Tips 5: Pastikan kamu nyaman saat bernapas

Ketika kamu melakukan fitting pastikan kamu mengambil napas panjang 3-5 kali. Hal ini untuk memastikan kamu nyaman saat mengenakan bra tersebut. Saat kamu mencoba bra di kamar ganti mungkin akan terasa nyaman karena kamu bernapas dengan normal. Bra akan terasa nyaman atau tidak saat kamu ada pada kondisi intense dan bernapas dengan cepat saat olahraga.

Tips 6: Hindari memilih tali bra yang tipis

Pada dasarnya memilih bra olahraga harus mengutamakan kualitas di atas fashion. Salah satunya adalah memilih sports bra yang mempunyai tali lebih besar dan kuat. Tujuannya untuk menjaga dan menopang payudara dengan baik. Hindari memilih bra dengan tali yang tipis, apalagi untuk aktivitas olahraga berat yang memerlukan lompatan. 

Tips 7: Pilih bahan bra yang tepat

Salah satu fungsi utama sebuah pakaian olahraga adalah mampu menyerap keringat dengan baik. Hal ini bertujuan agar kamu nyaman saat berolahraga dan tidak mudah masuk angin. Maka dari itu penting sekali memilih bahan bra yang mampu menyerap keringat.
Menentukan sports bra yang tepat adalah salah satu investasi bagi dirimu sendiri. Langkah ini akan membuat bra menjadi lebih awet dan nyaman saat digunakan dalam jangka waktu yang lama. Yuk, lebih pintar dan selektif yuk dalam memilih bra olahraga.