Kenali Gejala dan Macam-Macam Ansietas

Kenali Gejala dan Macam-Macam Ansietas

Kita semua pasti pernah merasakan kecemasan, entah itu saat menjelang ujian atau saat berbicara di depan umum. Namun, beberapa orang mengalami kecemasan berlebih daripada orang lain. Bahkan ada beberapa yang mengalami gangguan kecemasan tanpa sebab, seperti ansietas.

Ansietas atau gangguan kecemasan merupakan salah satu penyakit mental yang banyak diderita oleh masyarakat dunia. Di Amerika Serikat, ansietas merupakan gangguan kesehatan mental yang diderita oleh 18,1% populasi atau sekitar 40 miliar orang dewasa dari umur 18 tahun hingga lebih. 


Perbedaan antara ansietas dengan perasaan cemas

Perasaan cemas sebenarnya tidaklah terlalu buruk. Bila dapat dikelola dengan baik dan pikiran positif, rasa cemas yang muncul bisa menjadi motivasi atau dorongan dalam menghadapi tantangan dan masa sulit. Contohnya, rasa cemas yang muncul saat akan ujian dapat menjadi motivasi untuk belajar lebih giat.


Tetapi, yang menjadi bahaya, apabila perasaan cemas datang tanpa ada faktor pemicu dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Jika ini terjadi, segera datang ke psikolog, bisa jadi Anda menderita ansietas atau gangguan kecemasan.


Masing-masing penderita ansietas memiliki gejala yang berbeda, tergantung pada jenis gangguan kecemasan yang diderita. Terdapat berbagai macam jenis ansietas yang perlu Anda ketahui beserta gejalanya.

Gangguan kecemasan umum (generalized anxiety disorder)

Gangguan kecemasan umum atau GAD merupakan ansietas yang paling banyak diderita oleh masyarakat. Pasien didiagnosis menderita GAD ketika pemicu ansietas muncul setiap hari dan menetap selama hingga lebih dari 6 bulan, baik pemicu yang sederhana maupun yang besar, seperti berinteraksi dengan orang lain, kesehatan, hingga pekerjaan. 

Seseorang yang memiliki gangguan kecemasan umum akan sulit menjalani aktivitas dan pekerjaan sehari-hari, sehingga dapat mempengaruhi kehidupan sosial, pekerjaan, dan rumah tangga penderita.

Menurut National Institute of Mental Health (NIMH), gejala gangguan kecemasan umum dapat meliputi perasaan cepat lelah, tegang, mual, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, sesak napas, hingga gangguan tidur atau insomnia. Jika perasaan cemas sudah sulit dikontrol ada baiknya langsung melakukan konsultasi ke psikolog.

Panic disorder atau gangguan panik

Perasaan panik mungkin biasa dialami oleh semua orang. Apalagi jika terjadi sesuatu di luar kendali. Tapi, pada penderita gangguan panik, perasaan panik atau takut dapat terjadi tanpa ada alasannya yang jelas.

Gangguan panik ditandai dengan serangan panik yang tidak terduga dan berulang. Penderita dengan serangan panik mungkin mencoba menghindari situasi yang membuat mereka merasa takut atau terus menerus khawatir tentang kapan serangan panik berikutnya akan datang. 


Ketika serangan panik muncul, penderita biasanya merasakan beberapa gejala seperti berdebar-debar, keringat dingin, pusing, sesak napas, tubuh gemetar, dan sulit bernapas. 


Fobia

Fobia merupakan salah satu ansietas dengan gejala perasaan takut atau khawatir yang berlebihan dan tidak rasional terhadap objek atau situasi tertentu. Orang yang memiliki fobia biasanya akan mengalami serangan panik dan takut yang hebat ketika melihat atau berada di tempat yang menjadi pemicu fobia.


Meskipun objek dan suatu tempat dapat menyebabkan ketakutan, tetapi rasa takut yang berlebihan yang dirasakan oleh penderita tersebut yang dapat menjadi berbahaya. Terdapat beberapa fobia yang umum dialami oleh masyarakat, yaitu fobia yang spesifik biasanya disebabkan oleh trauma masa kecil, gangguan kecemasan sosial atau fobia sosial, serta agoraphobia yaitu fobia pada tempat-tempat tertentu seperti takut transportasi umum, berdiri di keramaian, takut ruang terbuka atau tertutup. Dalam kasus agorafobia yang parah, seseorang dapat menjadi terikat di rumah.

Bagi penderita ansietas sangat dianjurkan untuk pergi ke psikolog atau psikiater untuk mendapatkan perawatan yang benar agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.  Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya gangguan kecemasan, psikiater akan mengatasi ansietas dengan psikoterapi, konseling, dan pemberian obat penenang bisa dibutuhkan.


Ansietas yang terus-menerus muncul pun berpotensi membuat seseorang mengalami depresi, penyalahgunaan obat-obatan, hingga bunuh diri. Karena itu, segeralah berkonsultasi agar ansietas dapat tertangani dengan cepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *